SEPI
Aku sendiri
Bermain dengan sepi
Bukan untuk menepi
Aku berlari ke pantai mengukir gambar
Seketika itu,
Gambarku hilang entah ditelan gelombang
Sepi,
Hanya aku dan sepi
Kemudian bunyi ombak yang terus bernyanyi
Aku penat suara sunyi
Aku benci

Sapen, 19 november 2008

TANGAN MENARI
Saat hari mulai sunyi
Burung-burung sudah tidak bernyanyi
Matahari tak lagi menemani
Terpaksa tangan menari untuk sesuap nasi

Miskin atau mati
Orang-orang tak pernah mau peduli

Pengemis,
Tuhan berucap
Al-yadhul ulya khairun min yadhissufla
Pemerintah bersikap acuh pada sabda

Hidup mewah rumah megah
Entah berjubah korupsi berhati besi
Membuat tangan menari

Sapen, 28 november 2008