Lelaki Itu
adalah wanita lelakiku
melamar waktu
menyerahkan cincin di tangan langit

foto-foto mesra dipajang di beranda bacaan
air mataku menggenangi sumur yang amat dalam
membuat nafas terengah tanda kecemburuan
mendaki sumur akhirnya menyelam

ini semua adalah dusta yang dipermainkan
malaikat-malaikat mengajakku tenang dan bermain kecapi
namun aku menolaknya
tak akan bermain api
sebelum terbangun dari sepi

tak menyadari
egoismenya tinggi tak tertandingi
mematahkan sayap bidadari selama menemani

jika bertemu nanti
kuserahkan hati:
indah, jagalah lelakiku
jangan engkau terbang tanpa sayap dan rusuk kananmu
apabila rusuk-rusuk yang lain mengajakmu kencan
jagalah lelakiku dan jangan mau
28 Januari 2011
Bintang Dalam Petang
menjelang matahari terbenam
terkikis rindu mengepung dalam dada yang tenang
cucuran air mata berlinang
wajahmu menjelma pada bintang-bintang

gelap menutupi siang
bulang mengiringiku pergi bersama rindu
kupanjatkan waktu langit masih abu-abu

kian hari, kulihat bukit-bukit menjulang semakin tinggi
seperti kerinduan terhempas dalam kelam
angka-angka rindu perhari bertambah
seiring arus hujan turun ke bumi

kupegangi erat mata berbinar itu
sketsa menggambarkan runtuhnya jantung menyayat urat-uratku
rindu terus menerus memberanakkan
dari mata ke hati dan kaki
entah sampai kapan rindu akan berhenti?
27 Januari 2011