tuhan, ambillah jantungku dengan benangmu
agar kau paham
seberapa besar keinginanku hidup bersamamu
jangan setengah-setengah kau ambil jantungku
perih keangkuhanmu menyiksa batin hidupku
pergilah,
sangat jauh
agar aku tak lagi menghirup keraguanmu
menepilah,
ke laut sana bersama sunyi
di situ engkau menemukan jantungku abadi
Sore, 18 januari 2010
Uangku Terancam
detik per detik kutentukan
jarum jam pun berjalan pelan
hari uangku terancam
demi mengisi sampah-sampah kenistan
lapar menyengit ke seluruh sendi
tuhan, ku mohon uangku abadi
di mana hendak kucari?
Sedangkan besok angin tak lagi menepi
haruskah aku bergelantung dengan mengubur harapan?
sementara langit mendesakku menggapainya
takdir tak hanya bicara pada titik-titik ke agungan
melainkn usaha yang membentang sepanjang lautan
sejauh lorong berjalan
seperih jiwa merong-rong
uangku dimakan mereka
sehabis dia renggut nyawa-nyawa
Sapen, 25 januari 2010


0 komentar:
Posting Komentar