Nama : Munadhiratul Lailiyah
NIM : 07110032
Jur/ smt/ kls : BSA/ V/ A
Mata kuliah : Nadhariyat Terjemah Ammah
Dosen Pengampu : Bapak Khairon Nahdiyyin

Terjemahan…

1. Sejak tahun lalu, ayahku menjadi pegawai negeri. Dia menikah dan mempunyai seorang anak. Diantara kedua anak perempuan dan dua anak laki-lakinya salah satunya adalah saya. Belum genap dua tahun, ibuku meninggal dunia. Setelah periode meninggalnya ibuku, ayahku menikah lagi dengan Ibu Roifiyah dan dalam jangka lima tahun dia dikaruniai lima anak perempuan. Seperti inilah kehidupan yang aku dapatkan di mana aku sampai pada titik bengek kehidupan, yang satu masih kanak-kanak dan sembilan remaja. Dan dalam sepuluh orang, masing-masing keluargaku dijadikan satu kehidupan dalam ruang lingkup kecil yang hanya terdiri dari dua ruang kamar.

2. Seperti biasanya seluruh keluarga berkumpul setelah datangnya saat berbuka di tempat ruang “duduk” dan radio adalah media penyampaian musik-musik hidangan mereka. Ayah dengan pakaian jubah putihnya yang kebesaran, di atas kepalanya tidak terlepas dari kopyah ringannya kecuali ia telah mengganti tempatnya dengan topi tarbus… dia duduk di atas arikah “istanbul”, ia letakkan betisnya di atas istanbul sambil menggerakkan salah satu kedua siku-sikunya, di antara kedua tangannya terdapat sebuah koran “ahram” yang telah ia tangguhkan dari belakang kacamata emasnya. Ia kembali membaca makalah sebagaimana ia membaca ke halaman berikutnya dengan buku kumpulan syair-syair, di depannya terdapat hidangan yang sederhana yaitu secangkir the manis, sisa dalam ngarai tersebut adalah sebagian endapan yang hitam.

Padanan kata…
1.
ü أنجب termasuk kata yang tidak memiliki supordinat, karena ia tak memiliki arti yang sesungguhnya dalam dunia gramatikalnya. Hanya diartikan sesuai dengan siyakul kalamnya saja.
ü سن الصبا kalimat ini bisa di kategorikan sebagai Bahasa target yang tidak memiliki supordinat, karena hal tersebut juga tidak mempunyai arti yang sebenarnya dalam dunia kamus.
ü شقّة termasuk Konsep budaya yang Unik. Yang mana kalimat tersebut di artiakan sebagai keyakinan orang-orang arab dalam memaknai kalimat tersebut. Karena mayoritas orang non Arab tidak memahami makna tersebut.

2.
ü حجرة kata yang jauh lebih netral atau kurang ekpresif, karena makna tersebut lebih netral di artikan sebagai kamar, sedangkan makna di atas di artikan sebagai ruang makan/ ruang duduk.
ü الراديو diterjemahkan dengan kata yang lebih umum (supordinat, dan kalimat ini di kategorikan sebagai bahasa target. Karena makna kata tersebut dalam bahasa indonesia juga di sebut dengan radio.
ü الد وان mempunyai dua makna dalam arti Indonesianya. Dalam indonesia bisa di artikan sebagai dewan, sedangkan dalam bahasa arabnya juga bisa di artikan sebagai orang yang ahli ilmu sastra. Dan hal ini di kategorikan sebagai terjemah budaya.