Kado Mutiara Untuk Permata

Ku sebut kau dengan permata
Karena mengisahkan seorang putri dengan raja
Tak ada satu pun yang bisa menyangkalnya
Bahwa engkau menaburi benih-benih dalam bungkusan mutiara
Kupegang erat bingkisan mutiara itu
Hingga degup jantungku membeku
Menggubah batu menjadi mentega
Gunug-gunung pun menyaksikan kisah cinta itu
Aku hanya ingin, kisah ini tidak sebesar gunung
Tapi sehitam kuku hingga menempati istana yang kita rajut dulu
Ya,, itu hanya sebatas tarajjiku

Jum’at, 11 desember 2009

Mawar Jadi Duri

Aku menyimpan seribu tangisan
Saat engkau bisikkan cahaya pada bunga-bunga
Yang mulai kelam

Dulu, engakau beri mawar yang harum nan mekar
Mawar itu hanyut dalam merah jambu
Susunan piramid menyulam hati yang rindu
Kemudian menjadi duri
Engkau telah mengakhiri kisah seorang bidadari
Yang mulai disunting para malaikat insani

Gelisah, itu resahku
Apa aku benci atau rindu?
Risalah tentang makna hati tak aku pahami
Hingga dada mulai tersendat-sendat
Untuk sekadar bernafas
Udara tak bersahabat lagi dengan cuaca malam ini
Aku lunglai tak berdaya

Malam, 12-12-2009